Ranggamarley’s Blog

16 Mei 2008

SLAMAT DATANG

Filed under: Uncategorized — ranggamarley @ 4:09 pm

DI DUNIA KU DUNIA MUDA PENUH WARNA

Image Hosting by Picoodle.com

Aku adalah anak dari ayah&bunda kuch…

aq anak pertama dari 2 bersaudara..

yg diberi nama yg imud2 kaya orang na..^^

=RANGGA FITHERI PRANANDA=

aku adalah orang yang berkeinginan..

selalu menjadi orang yang berguna..

di suatu saad nanti akan berguna..

bagi bangsa dan negara ku tercinta..

dan orang tua ku akan bangga..

melihat orang yang selama ini dibesarkan na..

menjadi orang yang SUKSES..amien..amien..amien

SaN9adh CiNtaH

ALLAH SAW=Nabi MuHaMMaD==MaMaH&PaPaH==Si JeLeK aKuCh=– sayangKELUARGA– sayangPACAR ^_^-cintaMUSIK– cintaFASHION– kangenamaSAHABAT”kuw..– doyanminumKOPI– senengTIDUR zzzzZZ

– I LUPH U ALL


=J A H=

=ONE LOVE=


YM ku

Iklan

15 Mei 2008

sagan kita barataan naah…

Filed under: Uncategorized — ranggamarley @ 5:48 pm

clik ajah disini …..

peta kota banjarbaru dari satelit

Image Hosting by Picoodle.com

clik ajahdisini …..

ampun kita sabarataan naah.

Image Hosting by Picoodle.com

“Kilas balik sedikit tentang kalimantan”

Kalimantan Selatan, dengan ibukotanya Banjarmasin, bisa dikatakan merupakan induk dari 4 propinsi yang ada di Kalimantan sekarang, sebab sejak Indonesia merdeka sampai tahun 1956, seluruh wilayah Kalimantan Indonesia merupakan satu propinsi, yakni Propinsi Kalimantan, dengan ibukotanya Banjarmasin. Gubernur Pertamanya adalah Ir. Pangeran M. Noor, yang juga merupakan salah seorang anggota PPKI yang terlibat dalam perumusan UUD 1945 dan membidani lahirnya Republik Indonesia.

Pada masa itu, Banjarmasin merupakan kota terbesar dan termaju di Kalimantan, dan banyak orang-orang Kalimantan Selatan yang dikirim ke berbagai pelosok Kalimantan untuk mengawaki pemerintahan di masing-masing karesidenan di masa itu. Berdasarkan Undang-Undang No.25 tahun 1956 yang dikeluarkan pada tanggal 7 Desember 1956, maka Propinsi Kalimantan yang terlalu besar ini dipecah menjadi 3 propinsi, yakni Kalimantan Selatan beribukotakan Banjarmasin, Kalimantan Timur beribukotakan Samarinda, dan Kalimantan Barat beribukotakan Pontianak. Lalu berdasarkan Undang-Undang No.21 Tahun 1957, sebagian besar daerah sebelah barat dan utara wilayah Kalimantan Selatan dijadikan Propinsi Kalimantan Tengah dengan ibukotanya Palangkaraya. Kemudian Undang-Undang No.27 Tahun 1959 memisahkan bagian utara dari daerah Kabupaten Kotabaru dan memasukkan wilayah itu (Kabupaten Pasir) ke dalam wilayah Kalimantan Timur. Sejak saat itu Propinsi Kalimantan Selatan tidak lagi mengalami perubahan wilayah, dan tetap seperti adanya. Akan tetapi pemisahan-pemisahan ini menyebabkan propinsi Kalimantan Selatan menjadi propinsi dengan wilayah terkecil di Kalimantan, namun tetap dengan kepadatan penduduk tertinggi. Banjarmasin pun sampai sekarang tetap merupakan kota terbesar di Kalimantan terutama bila dilihat dari jumlah penduduknya dan tingkat kepadatan penduduknya.

Kalsel memiliki 2 perguruan tinggi negeri yakni Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin dan Banjarbaru) dan IAIN Antasari (Banjarmasin), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya, seperti Universitas Islam Kalimantan, Universitas Achmad Yani, Politeknik Banjarmasin, STIE Banjarmasin, STIH Sultan Adam, Akademi Maritim Nusantara, Sekolah Polisi Negara Banjarbaru, dsb.

Tokoh nasional/internasional asal Kalsel:

1. Dr. KH Idham Chalid (WaperdamII, Menkesra, Ketua Umum PBNU, Ketua DPR/MPR, Ketua DPA)

2. Drs. Saadilah Mursyid, MPA. (Menseskab, Mensesneg)

3. Ir. Pangeran M.Noor (Anggota BPUPKI-PPKI, Gubernur Kalimantan, Meneg PU)

4. Drs. H. Syamsul Mu’arif, BA. (Menkominfo)

5. KH Hasan Basri (Ketua Umum MUI)

6. KH Amidhan (Ketua Umum MUI)

7. Letjen TNI (Purn) Z.A.Maulani (Kabakin)

8. Ustadz M.Arifin Ilham

9. Brigjen Pol (Purn) Drs. Taufiq Effendi, MBA. (Meneg PAN)

10. Ian Kasela (Radja)

11. Arul (Power Metal)

12. Titiek Puspa (penyanyi, bintang film, dll)

13. Laksda Udara (Purn) Nurtanio (tokoh dirgantara nasional, pendiri IPTN (PT.DI))

14. Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari (ulama besar penulis kitab Sabilal Muhtadin)

15. Pangeran Antasari (pahlawan nasional)

16. Brigjen H. Hassan Basry (Panglima ALRI Divisi IV Kalimantan)

Add kami di kalimantan_selatan@hotmail.com

Image Hosting by Picoodle.com

ini adalah peta kalimantan selatan…………………………………!!

Image Hosting by Picoodle.com

14 Mei 2008

KOTA KU KOTA SEJUTA PESONA

Filed under: Uncategorized — ranggamarley @ 4:13 pm

Pasar tarapung2880785991_072de287d41

Budaya sungai yang spektakuler..!!

Saya bersama 3 orang teman dari pulau seberang mengadakan petualangan kecil ke salah satu pasar terapung di Banjarmasin.Tepatnya pagi minggu (tanggal 21 september) saat mata masih ngantuk berat gara2 sebelumnya bangun sahur.
Terletak di desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk (sekitar 30 menit dari pusat kota Banjarmasin), pasar terapung ini benar-benar masih alami.Bisa bertahan karena kuatnya tradisi budaya sungai pada penduduk setempat.Dipasar unik ini kita bisa beli buah, sayur, ikan, alat dapur bahkan baju.Syet dah…!Gimana ya kalo ada pembeli yang mau beli baju, tp bingung karena kamar pas nya gak ada.:-)
Oh iya, teman-teman yang ikut ke Pasar Terapung Lok Baintan itu adalah Mba Ema (dari Jakarta), Mas Ikhsan juga dari Jakarta & Mas Toyib dari Tuban Jawa Timur.Jalan yang kami tempuh ternyata jalur yang jauh, padahal ada jalur singkat.Tapi kami sempat menyaksikan pertunjukan spektakuler diatas sungai hingga jam 9 pagi WIB.
Kali ini saya tidak terlalu banyak membahas, karena sebelumnya saya sudah memosting tentang Pasar Terapung Lok Baintan.
Disana kami juga menemui 2 orang fotograper yang juga pingin nyari objek foto.Ada yang dari Banjarmasin dan yang satunya lagi dari Jakarta (konon kamera yang dipegangnya itu sebanding dengan uang 45 juta perak).Wow..!


Unik kan…

Jual beli & tawar menawar di atas jukung (sampan)

Saya kasih taw rute nya ya …:

Jika dari arah Jalan Veteran Banjarmasin ambil saja jalan menuju Sungai Lulut.Jika menemui sebuah pasar tradisional di pinggir sungai (yang disekitarnya ada komplek kuburan) maka belok ke kiri.Naik jembatan kayu kecil terus pas sebelum naik jembatan gantung besar, ambil lagi jalan kecil sebelah kanan.Nah ikuti aja jalan itu.Kiri kanan jalan terdapat perkampungan tradisional.Nah sekitar 20 menitan kemudian, ada sebuah dermaga wisata bertuliskan Dermaga Lok Baintan disebelah kiri jalan.Cuma kayaknya rute ini hanya untuk pengguna sepeda motor.
Bagi mereka yang membawa mobil, terpaksa ambil jalur yang jauh.Yakni lewat jalan besar beraspal menuju Sungai Tabuk, Martapura.Nanti ada simpang 4 besar, disitu ada tulisan petunjuk arah ke pasar terapung.Lurus aja, ketemu jembatan beton besar.Tapi jangan naik jembatan itu, cukup belok kanan di jalan kecil.Nah belok aja ke kiri menuju jalan perkampungan.Kalo bingung tanya aja ama penduduk setempat, pasti dikasih tau.
Bagi siapapun yang pernah ke Banjarmasin apalagi warga asli, lokasi ini merupakan DAFTAR WAJIB KUNJUNG.

12 Mei 2008

ARTI SEBUAH TATO DI MASARAKAT DAYAK

Filed under: Uncategorized — ranggamarley @ 4:20 pm

iban20dayak-l

MAKNA TATO DARI MASARAKAT DAYAK.

makalah ini di ambil dari : Kompas,Jumat, 22 Oktober 2004.

Jangan kaget jika masuk ke perkampungan masyarakat dayak dan berjumpa dengan orang – orang tua yang dihiasi berbagai macam tato indah di beberapa bagian tubuhnya. Tato yang menghiasi tubuh mereka itu bukan sekedar hiasan, apalagi supaya dianggap jagoan. Tetapi, tato bagi masyarakat dayak memiliki makna yang sangat mendalam.
Tato bagi masyarakat etnis dayak merupakan bagian dari tradisi, religi, status sosial seorang dalam masyarakat, serta bisa pula sebagai bentuk pengargaan suku terhadap kemampuan seseorang. Karena itu, tato tidak bisa dibuat sembarangan.
Ada atuarn – aturan tertentu dalam pembuatan tato atau parung, baik pilihan gambarnya, struktur sosial orang yang di tato maupun penempatan tatonya. Meski demikian, secara religi tato memiliki makna sama dalam masyarakat dayak, yakni sebagai “obor” dalam perjalanan seseorang dalam menuju alam keabadian, setelah kematian.
Karena itu, semakin banyak tato, “obor” akan semakin terang dan jalan menuju alam keabadian semakin lapang. Meski demikian, tetap saja pembuatan tato tidak bisa dibuat sebanyak – banyaknya secara sembarangan, karena harus mematuhi aturan – aturan adat.
Setiap sub-suku dayak memiliki aturan yang berbeda dalam pembuatan tato. Bahkan ada pula sub-suku dayak yang tidak mengenal tradisi tato, ungkap Mering Ngo, warga suku dayak yang juga antropolog lulusan Universitas Indonesia.
Bagi suku dayak yang bermukim perbatasan Kalimantan dan Serawak Malaysia, misalnya, tato di sekitar jari tangan menunjukkan orang tersebut suku yang suka menolong seperti ahli pengobatan. Semakin banyak tato di tangannya, menunjukkan orang itu semakin banyak menolong dan semakin ahli dalam pengobatan.
Bagi masyarakat Dayak Kenyah dan Dayak Kayan di Kalimantan Timur, banyaknya tato menggambarkan orang tersebut sudah sering mengembara. Karena setiap kampung memiliki motif tato yang berbeda, banyaknya tato menandakan pemiliknya sudah mengunjungi banyak kampung.
Jangan bayangkan kampung tersebut hanya berjarak beberapa kilometer. Di kalimantan, jarak antar kampung bisa ratusan bahkan ribuan kilometer dan harus ditempuh menggunakan perahu menyusuri sungai lebih dari satu bulan.
Karena itu, penghargaan pada perantau diberikan dalam bentuk tato, “tutur ketua II Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT ), Yacobus Bayau Lung.
Bisa pula tato diberikan kepada bangsawan. Di kalangan masyarakat dayak kenyah, motif yang lazim untuk kalangan bangsawan (paren ) adalah burung enggang yakni burung endemik Kalimantan yang dikeramatkan.
Adapun bagi Dayak Iban, kepala suku beserta keturunanya ditato dengan motif “dunia atas” atau sesuatu yang hidup di angkasa. Selain motifnya terpilih, cara pengerjaan tato untuk kaum bangsawan biasanya lebih halus dan detail dibandingkan tato untuk golongan menengah ( panyen ).
Bagi subsuku lainnya, pemberian tato dikaitkan dengan tradisi menganyau atau memenggal kepala musuh dalam suatu peperangan. Tradisi ini sudah puluhan tahun tidak dilakukan lagi, namun dulunya semakin banyak mengayau, motif tatonya pun semakin khas dan istimewa.
Tato untuk sang pemberani di medan perang ini, biasanya di tempatkan di pundak kanan. Namun pada subsuku lainnya, ditempatkan di lengan kiri jika keberaniannya “biasa” dan di lengan kanan jika keberanian dan keperkasaannya di medan pertempuran sangat luar biasa.
Pemberian tato yang dikaitkan dengan mengayau ini, dulunya sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan suku kepada orang – orang yang perkasa dan banyak berjasa, “tutur Simon Devung, seorang ahli dayak dari Central for Social Forestry ( CSF ) Universitas Mulawarman Samarinda.
Tato atau parung atau betik tidak hanya dilakukan bagi kaum laki – laki, tetapi juga kaum perempuan. Untuk laki – laki, tato bisa dibuat di bagian manapun pada tubuhnya, sedangkan pada perempuan biasanya hanya pada kaki dan tangan.
Jika pada laki – laki pemberian tato dikaitkan dengan penghargaan atau penghormatan, pada perempuan pembuatan tato lebih bermotif religius.
“Pembuatan tato pada tangan dan kaki dipercaya bisa terhindar dari pengaruh roh -roh jahat atau selalu berada dalam lindungan Yang Maha Kuasa,” ujar Yacobus Bayau Lung.
Pada subsuku tertentu, pembuatan tato juga terkait dengan harga diri perempuan, sehingga dikenal dengan istilah tedak kayaan, yang berarti perempuan tidak bertato dianggap lebih rendah derajatnya dibanding dengan yang bertato. Meski demikian, pandangan seperti ini hanya berlaku disebagian kecil subsuku dayak.
Pada suku Dayak Kayan, ada tiga macam tato yang biasanya disandang perempuan, antara lain tedak kassa, yakni meliputi seluruh kaki dan dipakai setelah dewasa. Tedak usuu, tato yang dibuat pada seluruh tangan dan tedak hapii
Sementara di suku Dayak Kenyah, pembuatan tato pada perempuan dimulai pada umur 16 tahun atau setelah haid pertama. Untuk pembuatan tato bagi perempuan, dilakukan dengan upacara adat disebuah rumah khusus. Selama pembuatan tato, semua pria tidak boleh keluar rumah. Selain itu seluruh keluarga juga diwajibkan menjalani berbagai pantangan untuk menghindari bencana bagi wanita yang sedang di tato maupun keluarganya.
Motif tato bagi perempuan lebih terbatas seperti gambar paku hitam yang berada di sekitar ruas jari disebut song irang atau tunas bambu. Adapun yang melintang dibelakan buku jari di sebut ikor. tato di pergelangan tangan bergambar wajah macan disebut silong lejau.
Adapula tato yang dibuat di bagian paha. Bagi perempuan dayak memiliki tato dibagian paha status sosialnya sangat tinggi dan biasanya dilengkapi gelang di bagian bawah betis.
Motif tato di bagian paha biasanya juga menyerupai silong lejau. Perbedaanya dengan tato di bagian tangan, ada garis melintang pada betis yang dinamakan nang klinge.
Tato sangat jarang ditemukan di bagian lutut. Meski demikian ada juga tato di bagia lutut pada lelaki dan perempuan yang biasanya dibuat pada bagian akhir poembuatan tato dibadan. Tato yang dibuat diatas lutut dan melingkar hingga ke betis menyerupai ular, sebenarnya anjing jadi – jadian atau disebut tuang buvong asu.
Baik tato pada lelaki atau perempuan, secara tradisional dibuat menggunakan duri buah jeruk yang panjang dan lambat – laun kemudian menggunakan beberapa buah jarum sekaligus. Yang tidak berubah adalah bahan pembuatan tato yang biasanya menggunakan jelaga dari periuk yang berwarna hitam.
“Karena itu, tato yang dibuat warna – warni, ada hijau kuning dan merah, pastilah bukan tato tradisional yang mengandung makna filosofis yang tinggi”, ucap Yacobus Bayau Lung.
Tato warna – warni yang dibuat kalangan pemuda kini, hanyalah tato hiasan yang tidak memiliki makna apa – apa. Gambar dan penempatan dilakukan sembarangan dan asal – asalan. Tato seperti itu sama sekali tidak memiliki nilai religius dan penghargaan, tetapi cuma sekedar untuk keindahan, dan bahkan ada yang ingin dianggap sebagai jagoan.(m syaifullah/try harijono). pada seluruh paha.

Blog di WordPress.com.